Fasilitasi Pendidikan jarak jauh dengan Pembelajaran Daring

 
image header
DAMPAK PSIKOLOGI PUBERTAS

DAMPAK PSIKOLOGI PUBERTAS

Pendahuluan

Peserta didik pada usia remaja akan mengalami masa transisi dari masa anak-anak ke masa remaja, saat itulah terjadi yang dinamakan dengan pubertas. Pubertas merupakan suatu proses perubahan yang terjadi pada setiap individu manusia. Pubertas akan membentuk konsep diri dan memiliki pengaruh langsung terhadap pertumbuhan dan cara belajar peserta didik di sekolah. Kualitas hubungan-hubungan sosial yang erat dengan orangtua, saudara, teman berubah dengan kematangan pubertas dan pengaruh-pengaruh ini dapat berlangsung lama. Penelitian baru-baru ini telah menyoroti timbal balik yang penting antara pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional dan sosial remaja. Keseimbangan hormon-hormon yang berubah yang bersikulasi melalui aliran darah pada pubertas berhubungan dengan perubahan-perubahan dalam penyesuaian emosi remaja dan hubungannya dengan orangtua dan teman-teman sebayanya.

Wajah baru di cermin

Kenyataannya, kebanyakan remaja mengalami tekanan yang akut terhadap aspek-aspek pertumbuhan pubertas seperti timbulnya jerawat pada wajah, hidung yang besar dan bentuk tubuh yang aneh. Walaupun anak laki-laki dan perempuan memiliki aspek-aspek penampilan mereka yang ingin dirubah, ada perbedaan jenis kelamin. Anak laki-laki menempatkan keberhasilan akademik sebagai prioritas utama dibanding penampilan. Anak-anak perempuan juga peduli dengan studi mereka, tetapi mereka lebih berkeinginan merubah cara penampilan mereka dibanding anak laki-laki.

Pengalaman anak laki-laki

Jika anak perempuan mengalami menstruasi pertama, anak laki-laki mengalami apa yang disebut spermarche (ejakulasi pertama). Mereka biasanya tidak mau menceritakan pengalaman ini kepada orang lain, namun kebanyakan memiliki reaksi-reaksi sangat positif untuk transisi ini.

Kecantikan dan makna sosialnya

Richard Lerner menemukan bahwa keindahan fisik terutama penting bagi para remaja dalam melalui masa transisi dengan teman-teman sebayanya, ketika keluarganya pindah ke lingkungan baru, atau ketika masuk ke sekolah menengah. Data longitudinal menunjukan, bahwa bagi siswa sekolah dasar berusia 12 tahun di Amerika Serikat yang telah bersama-sama dengan teman-teman sekelasnya selama beberapa tahun, daya tarik fisik memiliki sedikit pengaruh terhadap kepercayaan diri. Tetapi setahun sesudahnya, anak-anak ini memasuki sekolah menengah. Pada poin ini, daya tarik tubuh menjadi prediktor penting untuk kepercayaan diri.

Gangguan makan dan kelebihan berat badan

Aspek bermasalah lainnya dari pertumbuhan terutama bagi anak perempuan, adalah rasa takut pada kegemukan. Ketakutan tersebut dapat menuntun pada sindrom yang disebut anoreksia nervosa. Bantuan medis mungkin dibutuhkan dalam kasus-kasus serius anoreksi untuk mencegah kematian mendadak. Tetapi penyembuhan jangka panjang yang paling efektif biasanya melalui terapi psikologi yang bertujuan merubah sikap-sikap menyimpang pasien terhadap makanan dan imej tubuh, dan meningkatkan hubungan dengan teman dan keluarga.

Bulimia adalah gangguan makan lainnya yang sering terjadi pada remaja. Para penderita bulimia seperti juga anoreksia, seringkali memiliki gangguan imej terhadap tubuh mereka, dengan menganggap tubuh mereka terlalu gemuk. Diet-diet yang tidak sehat ini seringkali disalahkan atas pengabaian proses pertumbuhan remaja.

Perubahan tubuh yang utama

Perubahan besarnya tubuh, perubahan proporsi tubuh, pertumbuhan ciri-ciri seks primer dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder.

Ciri-ciri seks sekunder, ciri-ciri fisik yang membedakan laki-laki dan perempuan berkembang menurut pola yang dapat diramalkan, tetapi pada akhir masa puber semua pola ini sudah matang atau mendekati tingkat kematangan.

Penyimpangan kematangan seksual, baik penyimpangan proses kematangan seksual atau penyimpangan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan perubahan seksual dan perubahan tubuh. Sangat mempengaruhi sikap, pola prilaku, dan konsep diri anak puber. Dari berbagai bentuk penyimpangan kematangan, matang lebih awal atau matang terlambat mempunyai akibat yang lebih buruk dibandingkan dengan anak yang cepat matang atau yang lambat matang.

KESIMPULAN

Perubahan-perubahan hormon masa puber kejadiannya berbeda pada setiap individu karena sulit diawasi. Usia rata-rata yang dialami pada masa puber bagi anak perempuan adalah 13 tahun dan bagi laki-laki 14 tahun sampai 18 tahun. Waktu yang diperlukan untuk mengakhiri perubahan masa puber berkisar dari 2 sampai 4 tahun.

Leave a Reply

Open chat
Selamat Datang, silahkan kirimkan pesan Anda