Fasilitasi Pendidikan jarak jauh dengan Pembelajaran Daring

 
image header
ESSAY GURU PENGGERAK (6)

Berikut adalah contoh jawaban soal essay Guru Penggerak yang telah dibuat oleh penulis. Semoga dapat menjadi rujukan pembaca dalam membuat essay nya masing-masing sesuai dengan pengalaman yang telah dialami oleh pembaca. Jurus lulus seleksi tahap 1 Guru Penggerak adalah dengan menulis essay yang riil dan sesuai dengan pengalaman pribadi yang telah dilakukan, bukan yang akan dilakukan. Jawaban essay ini adalah jawaban penulis yang dibuat berdasarkan pengalamanya. Contoh jawaban ini TIDAK DISARANKAN UNTUK DISALIN sebagai jawaban pembaca, namun hanya SEBAGAI GAMBARAN cara menjawab soal essay pada seleksi guru penggerak Tahap 1. Semoga bermanfaat.

SOAL NOMOR 6

Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?

Guru sebagai pembelajar sejati sebaiknya selalu melakukan pengembangan diri untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Pengembangan diri ini dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan baik yang diselenggarakan oleh sekolah, MGMP mata pelajaran, Dinas Pendidikan, Universitas ataupun kementrian pendidikan dan lembaga yang bernaung pada bidang pendidikan. Sebagaimana halnya penulis telah mengikuti berbagai pengembangan diri yang diselenggarakan oleh kemendikbudristek melalui platform guru belajar dan berbagi. Namun pengembangan diri yang membuat penulis menerima banyak masukan dan umpan balik adalah ketika mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Teflin bekerjasama dengan The University Of Sheffield dengan judul pelatihan “English Language Teacher Improvement Course”. Pelatihan tersebut berlangsung dari bulan Januari – Maret 2021. Fokus pelatihan tersebut pada ranah kompetensi profesional meliputi keahlian dalam berbicara, menulis, mendengar, dan membaca dalam bahasa Inggris.

Masukan atau umpan balik yang secara spesifik penulis terima terdapat pada ranah keahlian berbicara. Memang harus diakui bahwa kemampuan guru bahasa Inggris penulis dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris tidak bisa sama dengan para penutur asli. Karena penulis memiliki aksen jawa yang kental, sehingga kosakata yang diucapkan dalam bahasa Inggris pun terlihat ada aksen Jawanya. Yang kedua, penulis cenderung kurang percaya diri ketika berkomunikais dengan para mentor yang berasal dari luar negeri.

Dua masukan tersebut membuat penulis menjadi sadar akan pentingnya keahlian berbicara untuk berkomunikasi dengan penutur asli. Dengan lapang dada masukan penulis terima karena pada dasarnya memang kelemahan penulis pada kompetensi profesional ada pada ranah berbicara ini.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?

Kritik yang membangun yang penulis peroleh selama pelatihan memang terasa pahit. Tapi rasa pahit kritik tersebut tidak sebanding dengan ilmu yang penulis peroleh setelah pelatihan. Di awal penulis merasa bahwa kritik yang diterima terlalu pedas, tapi karena pada kenyataanya memang penulis merasa terdapat kekurangan pada ranah berbicara, maka penulis dengan lapang dada menerima masukan dan feedback yang diberikan oleh instruktur (dosen). Tujuan dari masukan yang diterima adalah sebagai sarana untuk penulis memperbaiki kemampuanya dalam berbicara, sehingga masukan ini memang harus diterima apapun itu rasanya.


Pada saat pelatihan setiap satu minggu sekali peserta akan mendapatkan masukan dari instruktur. Pada saat setelah diberi masukan penulis langsung memperbaiki apa yang diminta oleh instruktur. Untuk contoh instruktur meminta penulis untuk belajar melafalkan huruf /p/, /th/ dengan mengikuti penutur asli, membaca kalimat dengan tekanan yang tepat, berbicara dengan lebih percaya diri dan lain-lain. Meskipun penulis memiliki aksen bahasa Inggris yang terdengar Jawa, perbaikan itu muncul setelah penulis memperoleh banyak masukan dan feedback dari instruktur. Aksen jawa yang penulis miliki tidak hilang 100%, namun ada perubahan dari yang sebelum pelatihan nilai berbicara penulis pada kisaran 70 menjadi 85. Hal itu membuat penulis merasa puas dengan pelatihan yang diikuti dan berkat kritik atau masukan yang diterima. Tanpa masukan atau feedback, penulis tidak yakin akan lebih merasa percaya diri berkomunikasi dengan penutur asli.

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?

Beberapa hal yang dilakukan untuk mendukung proses pengembangan diri diantaranya:

  1. Percaya diri. Tanpa sikap tersebut pada dasarnya setiap manusia enggan untuk melakukan hal-hal baru karena sudah berada pada zona nyaman. Zona ini dapat menghambat proses pengembangan diri seseorang, karena sudah merasa nyaman dengan kondisi yang sedang dilaluinya. Rasa percaya diri ini penulis pupuk dengan mengikuti berbagai pelatihan baik yang diselenggarakan oleh MGMP, Dinas Pendidikan, lembaga ataupun kementrian pendidikan. Semakin banyak pelatihan yang diikuti, semakin besar rasa percaya diri yang penulis peroleh.
  2. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
    Pengaturan waktu yang baik akan menghasilkan kedisiplinan diri yang baik juga. Dalam waktu luangnya di luar jam mengajar, penulis gunakan untuk mempelajari hal baru, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran digital. Pada generasi Z ini, seorang pendidik harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Metode pembelajaran yang digunakan pun harus sesuai dengan zamanya. Sperti ketika penulis mengikuti kegiatan Pembatik yang diselenggarakan oleh Pusdatin, meskipun hanya pada level 3.
  3. Belajar dari pengalaman. Hal ini menjadi guru yang sangat berharga. Dengan penulis pernah melalui suatu permasalahan yang rumit, di masa yang akan datang penulis dapat menyelesaikan dengan cara yang lebih baik dan tepat. Dengan pengalaman yang penulis alami, menjadikan penulis lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bertindak.
  4. Hal baru atau berbeda yang digunakan oleh penulis untuk mendukung proses pengembangan dirinya yaitu dengan bersifat ambisius dalam meraih prestasi. Dengan sifat ini penulis merasa bersemangat dalam mencapai suatu hal.

Empat hal di atas adalah hal penting yang sudah dilakukan penulis untuk selalu belajar kapanpun dan dimanapun, dan untuk memperbaiki bakat, kepribadian dan kemampuan yang dimiliki oleh penulis, terutama dalam hal kegiatan belajar mengajar.

Hal-hal di luar kebiasaan yang penulis lakukan yaitu belajar mandiri diluar dari tuntutan sebagai Pendidik , belajar mengelola website pribadi, mengembangkan bahan ajar dan mengunggahnya di website tersebut.

Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?

Pembelajaran merupakan proses belajar mengajar yang dapat menentukan keberhasilan peserta didik dalam memperoleh pembelajaran yang bermakna. Proses ini sangat penting untuk dipersiapkan karena akan berpengaruh pada motivasi dan hasil belajar siswa.

Proses pembelajaran yang penulis terapkan di sekolah yaitu dengan menggunakan Learning Management System SMP ISLAM AL FATH. Dengan menerapkan metode ini penulis merasa lebih produktif dalam membuat bahan ajar, merancang rencana pembelajaran dan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan bahan ajar yang menarik, rancangan pembelajaran yang tidak bertele-tele, dan pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, peserta didik menjadi lebih termotivasi pada pembelajaran yang penulis ampu. Contoh nyata, penulis memberikan materi berbasis digital melalui LMS sekolah dan didukung dengan materi pengayaan melalui personal website penulis. Melalui LMS, peserta didik memperoleh materi dalam bentuk video interaktif, game dan slide. Untuk penilaian peserta didik juga dilakukan melalui LMS. Di samping LMS, peserta didik diminta untuk melakukan pengayaan melalui personal website milik penulis. Dengan menggunakan metode ini, motivasi belajar peserta didik, dan hasil belajar atau nilai akhir yang diperoleh menjadi lebih baik. Dengan motivasi peserta didik yang tinggi, semangat penulis dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran menjadi maksimal.

Leave a Reply

Open chat
Selamat Datang, silahkan kirimkan pesan Anda