Fasilitasi Pembelajaran Daring

 
pngaaa.com-7325002
KURIKULUM MERDEKA

Pengertian kurikulum

Pendahuluan

Kurikulum merupakan salah satuh komponen yang ada dalam sistem pendidikan. Dimana kurikulum akan memberikan arah dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan formal. Tanpa adanya kurikulum proses pendidikan tidak akan berjalan terarah dengan baik. Bahkan jika ditinjau dari pandangan ekstrim bisa kita katakan, jika tidak ada kurikulum maka di sekolah tidak akan ada proses pendidikan. Karena yang menentukan aktivitas proses pendidikan berupa kegiatan pembelajaran semuanya ditentukan dalam kurikulum, tentu dengan sejumlah adaptasi dan variasi. Dengan demikian, bisa kita mengerti dan bukan hal yang berlebihan jika Beauchamp (1998) menyebutkan bahwa, “curriculum is the hearth of education”. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan

kurikulum di Indonesia tahun 1947-1975

Dirangkum dari https://binus.ac.id/, indonesia telah mengalami bebrapa kali perubahan kurikulum, diantaranya:

  • Kurikulum 1947. Kurikulum pertama yang diterapkan sejak Indonesia merdeka. Pada masa itu arah pendidikan masih bersifat politis dan berorientasi pada pendidikan Belanda dan kepentingan nasional.  Kurikulum ini lebih menekankan pada pembentukan karakter indonesia merdeka, berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.
  • Kurikulum 1952. Kurikulum ini merupakan penyempurna bagi kurikulum sebelumnya, dengan merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rencana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya karena konsep pendidikanya sudah mengarah kepada sistem pendidikan Indonesia.
  • Kurikulum 1964. Kurikulum ini merupakan penyempurna bagi kurikulum sebelumnya dan dinamakan sebagai Rencana Pendidikan 1964. Ciri khas dari kurikulum ini pemerintah menginginkan agar siswa memiliki pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang sekolah dasar. Pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.
  • Kurikulum 1968. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni. Ciri utama dari kurikulum ini materi pada semua mata pelajaran dipusatkan pada teori dan tidak dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Inti dari kurikulum ini adalah siswa diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan dan ketrampilanya serta fisik dan kesehatan yang kuat.
  • Kurikulum 1975. Pemerintah kemudian menyempurnakan kurikulum 1968 pada tahun 1975. Kurikulum ini menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

kurikulum di Indonesia tahun 1984-2013

  • Kurikulum 1984. Kurikulum ini sering disebut Kurikulum 1975 Disempurnakan. Pada kurikulum ini siswa ditempatkan sebagai subyek belajar, yaitu mengaati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan hingga melaporkan atau model CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif).
  • Kurikulum 1994. Kurikulum ini merupakan perpaduan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya terutama kurikulum 1975 dan 1984. Namun kurikulum ini mendapat banyak pertentangan karena beban belajar siswa dinilai terlalu berat.
  • Kurikuluum 2004. Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum 1994 atau yang kita kenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK mempunyai ciri-ciri yang menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  • Kurikulum 2006. Kurikulum 2006 atau yang dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum ini pemerintah pusat menetapkan standar kometensi dan kompetensi dasar, dan guru dituntut untuk dapat mengembangkan silabus dan penilaian secara mandiri sesuai dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing.
  • Kurikulum 2013. Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum 2006. Pada kurikulum ini istilah standar kompetensi pada Kurikulum 2006 diganti menjadi kompetensi Inti, dengan kompetensi dasar yang sama. Yang membedakan kurikulum ini dengan kurikulum sebelumnya yaitu pada kurikulum ini terdapat 3 ranah penilaian, yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pergantian kurikulum dari tahun ke tahun pada dasarnya adalah penyempurnaan, bukan pergantian kurikulum secara utuh. Seperti yang akan diterapkan oleh pemerintah pada tahun 2024 nanti, kurikulum 2013 akan diganti menjadi kurikulum merdeka.

Hasil studi PISA 2018

Menurut berbagai studi nasional maupun internasional, kemampuan matematika, membaca dan sains rata-rata peserta didik indonesia berada di bawah negara-negara ASEAN. Hasil studi PISA 2018 yang dirilis oleh OECD menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, meraih skor rata-rata yakni 371, dengan rata-rata skor OECD yakni 487. Kemudian untuk skor rata-rata matematika mencapai 379 dengan skor rata-rata OECD 487. Selanjutnya untuk sains, skor rata-rata siswa Indonesia mencapai 389 dengan skor rata-rata OECD yakni 489.

Indonesia berada pada kuadran low performance dengan high equity. Kemudian, ditemukan juga bahwa gender gap in performance ketimpangan performa belajar antara perempuan dan laki-laki tidak besar. Siswa perempuan lebih baik dari siswa laki-laki dalam semua bidang di PISA.

Dampak dari learning loss dan pemulihanya.

Merujuk pada https://undwi.ac.id/, Learning Loss (Kehilangan Pembelajaran) merupakan sebuah kondisi hilangnya sebagian kecil atau sebagian besar pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang biasanya diakibatkan oleh terhentinya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Keadaan inilah yang dialami Indonesia sejak pandemi Covid-19 mulai merebak pada Maret 2020 lalu. Sejak saat itu peserta didik dan guru dipaksa untuk langsung siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang belum pernah mereka alami dan pahami sebelumnya.

Banyak guru yang mengeluh tidak bisa mengoperasikan gawai untuk keperluan pembelajaran jarak jauh, tidak memahami beberapa aplikasi yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh, contohnya adalah Kurikulum Merdeka, Google Classroom dan Microsoft 365. Lain halnya dengan peserta didik, mereka yang biasanya mendapat bimbingan dari guru, selama hampir satu semester hanya mengikuti alur dari guru. Mereka tidak memhami apa yang harus dilakukan, mereka hanya mengikuti apa yang diinstruksikan guru tanpa memahami maksud dan tujuan dari instruksi tersebut. Belum lagi masalah lain yang bekaitan dengan kuota belajar. Berbagai permasalahan di atas telah membawa dampak yang nyata bagi pendidikan Indonesia, yaitu keadaan learning loss benar-benar terjadi. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan sebuah kebijakan pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu oleh satuan pendidikan.

Mengenai hal ini pemerintah melalui Kementrian Pendidikan telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Pada keputusan menteri ini terdapat 3 opsi kurikulum yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik, yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat (kurikulum penyederhanaan), dan kurikulum merdeka.

Pengertian kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dimana konten lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Pada dasarnya baik pada Kurikulum 2013, kurikulum penyederhanaan maupun Kurikulum merdeka guru sama-sama memiliki keleluasaan dalam memilih perangkat ajar sesuai minat dan kebutuhan peserta didik. Namun pada kurikulum merdeka terdapat satu tambahan kompetensi yang dianggap signifikan yaitu projek untuk penguatan pencapaian profil pelajar pancasila. Kompetensi ini dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kenapa kurikulum merdeka?

Menurut berbagai studi nasional maupun internasional, kemampuan matematika sederhana dan membaca peserta didik Indonesia di bawah rata-rata negara ASEAN lainya. Hal ini berdasarkan pada hasil Raport PISA untuk indonesia dalam kategori membaca, matematika dan sains. Hal ini diperparah dengan learning crisis yang terjadi cukup lama dan kesenjangan pendidikan antar wilayah dan kelompok sosial. Untuk menyelesaikan masalah tersebut kemendikbudristek mengembangkan kurikulum terbaru. Pengembangan ini sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang telah lama Indonesia alami.

Kapan kurikulum merdeka akan diterapkan?

Kurikulum ini akan diimplementasikan secara serentak pada tahun 2024. Dari sejak diterbitkanya pada tahun 2020, kurikulum ini menjadi opsi bagi satuan pendidikan yang telah siap untuk mengimplementasikanya. Penerapan kurikulum ini dilaksanakan secara bertahap karena satuan pendidikan termasuk di dalamnya kepala sekolah, guru, peserta didik dan orangtua. Semua harus beradaptasi, juga diharapkan mau belajar sehingga aktor kunci ini menjadi fondasi transformasi pendidikan yang dicita-citakan.

Sekolah dengan kriteria bagaimanakah yang dapat menerapkan kurikulum merdeka? Apakah hanya sekolah yang berada pada wilayah tertentu saja? Sekolah dengan prestasi yang bagus? Ataukah sekolah penggerak?

Bagaimana tahapan penerapan kurikulum merdeka?

Tahapan penerapan kurikulum merdeka berawal dari minat sekolah, yaitu kepala satuan pendidikan mempelajari materi tentang konsep kurikulum merdeka dari kemdikbudristek. Jika setelah mempelajari konsep sekolah memutuskan untuk menerapkan kurikulum merdeka, kepala satuan pendidikan diminta mengisi formulir pendaftaran dan mengisi survei singkat. Apabila tidak ingin menerapkan kurikulum merdeka, satuan pendidikan kembali kepada kurikulum yang telah diterapkan sebelumnya.

  • Bagaimana proses penerapan kurikulum merdeka?

Proses penerapan kurikulum merdeka bukan berdasarkan seleksi namun pendaftaran dan pendataan.

  • Berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh sekolah?

Bagaimana dengan biaya yang harus disiapkan oleh satuan pendidikan? Pergantian kurikulum memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi kesenjangan mutu sekolah yang selama ini terjadi menyebabkan sekolah-sekolah dengan mutu rendah, seperti tidak siap untuk menerapkan kurikulum merdeka. Untuk mengatasi hal tersebut kemdikbudristek telah menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum. Berdasarkan hasil survei yang diisi oleh satuan pendidikan ketika mendaftar. Nantinya kemdikbudristek akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan yang telah mendaftar.

Berdasarkan paparan di atas, penulis menyimpulkan bahwa kurikulum merdeka merupakan kurikulum penyempurna bagi kurikulum sebelumnya. Ini adalah langkah awal untuk indonesia menuju pendidikan yang lebih baik untuk peserta didik, pendidik, orangtua, dan pemerintah. Mari bangkit untuk indonesia hebat dan pendidikan yang bermutu.

referensi : https://undwi.ac.id/, https://binus.ac.id/,

One thought on “KURIKULUM MERDEKA

Leave a Reply

  • AI nbfsoft: Selamat Datang, Saya adalah AI GPT3 yang akan membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan bertanya kesaya

AI Thinking: ...
send me
1
Scan the code
Hello, Apa yang bisa kami bantu